AL QUR’AN sebagai PETUNJUK dan PERINGATAN bagi Manusia
Diturunkan untuk memberi jalan keluar terbaik bagi problem-problem kehidupan manusia, sebagai penyejuk hati, pelapang dada, penyirna kesedihan serta pemupus bagi kesusahan.
Katakanlah : “Wahai manusia sesungguhnya telah datang kebenaran Al Qur’an dari Tuhanmu. Maka barang siapa yang mendapatkan petunjuk, maka sesungguhnya (Allah) memberi petunjuk untuk dirinya sendiri, dan barang siapa yang tersesat, maka sesungguhnya ia hanya menyesatkan dirinya sendiri, dan aku bukan penjaga atas dirimu.” (QS. Yunus : 108)
“Maha Suci Engkau ya Tuhan kami, sungguh tidak ada pengetahuan bagi kami kecuali apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami (dengan Al Qur’an), sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” (QS. Al Baqarah : 32)
Setelah sekian lama penerbitan Al Qur’an di seluruh dunia, kini hadir terobosan baru penerbitan Al Qur’an dengan metode inovatif sebagai penuntun membaca Al Qur’an dengan benar dan baik. Mushaf Al Qur’an ini, sangat penting dimiliki oleh setiap muslim karena manfaatnya yang tidak ternilai.
Segala puja dan puji syukur hanya bagi ALLAH SWT yang telah menurunkan Al Qur’an sebagai petunjuk bagi umat manusia, sebagai penjelasan atas petunjuk itu dan pembeda antara yang haq dan yang batil.
Menurut para ulama, membaca Al Qur’an dengan niat ikhlas dan maksud baik adalah suatu ibadah yang karenanya seorang muslim mendapatkan pahala. Sementara itu, para ulama menaruh perhatian besar terhadap tilawah (cara membaca) Al-Qur’an sehingga pengucapan lafazh-lafazh Al Qur’an menjadi baik dan benar. Cara membaca ini, dikenal sebagai Tajwidul Qur’an yang didefinisikan sebagai : “memberikan kepada huruf akan hak-hak dan tertibnya”. Para ulama menganggap qira’at Al Qur’an tanpa tajwid sebagai sebuah Lahn, yaitu kerusakan atau kesalahan yang menimpa lafazh, baik secara nyata (Jaliy) maupun secara samar (Kafiy).
Oleh karena itu, merupakan kewajiban bagi setiap umat muslim membaca Al Qur’an untuk mengetahui ketentuan-ketentuan tajwid guna melafazhkan ayat-ayat Al Qur’an sesuai dengan aturan bacaan yang semestinya.
Hal ini sesuai dengan tujuan mempelajari Ilmu Tajwid yaitu agar kita dapat membaca Al Qur’an dengan benar dan baik.
Sedangkan para ulama mengatakan, belajar membaca Al Qur’an dengan benar dan baik hukumnya fardhu’ain, yakni :
KEWAJIBAN BAGI SETIAP MUSLIM MEMBACA AL-QURAN TANPA TERKECUALI
Hal ini sesuai dengan tujuan mempelajari Ilmu Tajwid yaitu agar kita dapat membaca Al Qur’an dengan benar dan baik.
Sedangkan para ulama mengatakan, belajar membaca Al Qur’an dengan benar dan baik hukumnya fardhu’ain, yakni :
KEWAJIBAN BAGI SETIAP MUSLIM MEMBACA AL-QURAN TANPA TERKECUALI
Kami sengaja memberikan alat peraga kode warna-warni ini, dimana setiap blok warna menunjukkan ketentuan-ketentuan Tajwid yang mengikuti ketentuan yang paling shahih (disepakati para ulama). Karya inovatif dan fenomenal ini sengaja kami hadirkan sebagai sebuah kesadaran akan pentingnya membaca Al-Qur’an dengan ketentuan Tajwid.
Kami berharap, kehadiran mushaf Al Qur’an dengan ketentuan Tajwid yang dipermudah menggunakan alat peraga ini, dapat membantu serta menambah minat umat islam untuk senantiasa bertilawah Al Qur’an sehingga meningkatkan keimanan dan ketaqwaannya.
Amin Yaa Rabbal ‘Alamin



















